Salam sumber terbuka dari negeri bertuah!

Shell adalah bentuk awal dari pengembangan antarmuka komputer sebelum ditemukannya antar muka bergrafis (GUI). Shell merupakan program yang menjembatani antara perintah yang diketikkan melalui keyboad dengan sistem operasi. Pada kebanyakan sistem Linux, shell yang digunakan adalah Bash (Bourne Again Shell) yang ditulis oleh Steve Bourne.

Terminal emulator atau yang biasa disebut terminal adalah antar muka grafis yang memungkinkan kita untuk mengetikkan perintah di Shell. Pada distro Ubuntu, Terminal Emulator yang dominan digunakan adalah gnome-terminal, dan berikutnya adalah xterm.

Untuk memulai gnome-terminal, jalan-pintas nya adalah Ctrl + Alt + T

Bekerja dengan direktori adalah hal yang paling dasar.

 

1.1 cd (current directory)

ksl@ubuntu~/dev$ cd ~ kembali ke direktori home dari user ksl. ini sama saja dengan:
ksl@ubuntu~$ cd /home/ksl/ kembali ke direktori home dari user ksl
ksl@ubuntu~$ cd ~/dev/ pindah ke direktori dev
ksl@ubuntu~/dev$ cd .. pindah ke direktori level atas dari ~/dev

Misalkan, struktur direktori seperti berikut:

--home
|
– username1 – direktori a — direktori b — direktori c

Dan misalkan lagi, kita sedang berada di direktori c

maka untuk kembali ke direktori b, kita tinggal menambahkan titik 2 (..) setelah cd.

ksl@ubuntu~/direktori-a/direktori-b/direktori-c$ cd ..
ksl@ubuntu~/direktori-a/direktori-b$ cd ..
ksl@ubuntu~/direktori-a/$ cd ..
ksl@ubuntu~/$

 

1.2 pwd (print working directory)

pwd maksudnya adalah memberi tahu user di direktori mana dia sedang bekerja

ksl@ubuntu~/direktori-a/$ pwd
/home/ksl/direktori-a

(*parameter pwd hanya 1, yakni -LP, namun tetap sama dengan pwd saja)

 

1.3 ls (list directory contents)

ls memberi tahu user apa saja isi dari sebuah direktori.

Parameter ls yang sering digunakan:

-a, –all

menampilkan semua konten tanpa mengecualikan folder dengan awalan nama . (point/titik)

-l, –author

menampilkan daftar kepemilikan file dan hak eksekusinya

Namun, untuk menghindari penggunaan parameter yang sedikit belibet, pada file .bashrc terdapat alias (alias adalah utility yang berguna untuk menyamarkan perintah yang panjang menjadi perintah yang dapat diingat dan diakses dengan cepat). Sedikit analisa terhadap file .bashrc yang menggunakan perintah alias terhadap ls.

ksl@ubuntu~/$ cat .bashrc | grep ls
alias ls='ls --color=auto'
# some more ls aliases
alias ll='ls -alF'
alias la='ls -A'
alias l='ls -CF'

Jadi, kita tidak perlu bersusah payah mengetikkan ls -alF atau ls -A ,dst.

Kita hanya perlu menambahkan alias pada perintah yang panjang guna mempersingkat pekerjaan.

ksl@ubuntu~/$ ll sama dengan ls -alF
ksl@ubuntu~/$ la sama dengan ls -A
ksl@ubuntu~/$ l sama dengan ls -CF

 

referensi:

    http://www.linfo.org/cd.html
    http://linuxcommand.org/lts0010.php